Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh pasti datang. Sebelumnya aku perkenalkan pemilik cinta ini, melinda. Seorang wanita baik hati sekaligus bodoh. Pekerjaan utamanya adalah sebagai budak cinta.
Aku mengenal "cinta" sejak usiaku 5 tahun karena sudah bisa mengeja kata cinta. sebenarnya sampai sekarangpun aku belum begitu paham dengan apa arti cinta. Emmm pacaran pertamaku adalah ketika aku kelas 3 SMP . Pacar pertama ini aku dapatkan dari temanku, alias aku merebutnya. Well 2 hari pertama aku meyakini bahwa aku bukan perebut pacar orang, lalu beberapa hari berikutnya hujatan mulai datang dan pada saat itu aku juga mulai tidak nyaman dengan "dia". 9 hari berlalu dan kita putus. Pacar kedua aku juga menjadi perebut pacar orang, tapi kita sampai 2 tahun daaaannn karmapun datang . Dia berselingkuh dengan dua orang sekaligus dan kitapun putus. Hubungan inilah yang menjadikan aku seseorang yang mudah berfikir negatif, pemarah, tidak sabaran, lebih tegar, pura-pura menjadi sosok yang tidak mudah mencintai. Kamu tau rasanya? diselingkuhi orang yang kita anggap dia orang yang paling baik didunia, bahkan ketika orang lain mengatakan kejelekannya akupun masih memujanya. "kamu bodoh atau terlalu baik" Kalimat seseorang yang masih saya ingat sampai sekarang.
Masuk kuliah, aku menyukainya sebagai fans. Lalu seseorang datang dengan kesan menjadi pemujaku dan aku pun menyukainya. Tapi sampai saat ini pun aku tidak tahu bagaimana perasaan dia yang sebenarnya karena dia tidak mengatakannya. Saat itupun datang seseorang yang aku cintai sampai saat ini. Ah sudahlah.. aku sedang tidak ingin menceritakannya... saat ini aku sedang membencinya, melebihi benciku pada mantan bangs**ku.
So guys, jadilah wanita yang menghormati perasaan wanita lain karena karma selalu menjadi ekor kemungkaran. Kamu tidak akan tahu bagaiamana karma akan menyerangmu, bisa saja dia memberi hal yang membuatmu sangat beruntung, abadi, nyaman, bahagia lalu mengambilnya dengan caranya yang sadis. Doakan aku dengan dia yang sekarang , semoga bukan merupakan bagian dari rencana karma . Jangan menjadi aku sang perebut, jangan menjadi aku~
BASICSETTINGS
Sabtu, 27 April 2019
Sabtu, 19 Agustus 2017
RELASI
Mereka hidup selayaknya manusia.
Mengandai bahwa mereka punya hati manusia, kebahagiaan pun ditebar. Dengan
senyum merekah tanpa tahu apa yang mereka rasakan. “Senyum adalah ibadah”
adalah prinsip yang mutlak untuk semua orang, tapi lupa bahwa “kesedihan perlu
diringankan”. Dengan senyum ? mungkin benar. Dalam kasus yang saya tahu, senyum
tak serta merta mengurangi kesedihan. Gampangnya, misal saya sedang bersedih
karena nilai ujian mata pelajaran yang selama ini paling getol saya pelajari
malah jeblok. Sebagaimana prinsip “senyum adalah ibadah”, saya tersenyum bagai
tak ada masalah dalam hidup. *Dan saat
itu anda sedang membohongi diri sendiri.
Saya mengenal seseorang yang
benar-benar ceria hampir setiap situasi. Ketika dia dimarahi dia hanya
tersenyum, ketika dia dihianati dia mencari teman baru dan membagi senyumnya,
ketika dia miskin dia menikmati setiap detiknya untuk hal baru, ketika semua
diam dia memecah suasana dengan ceritanya. Tapi dalam situasi yang benar-benar
dia tak dapat tersenyum, dia mencari kawan untuk membuatnya tersenyum. Jika
tidak ada, dia diam merenung sampai ketenangan dan cerianya kembali. Hal ini
yang saya pelajari darinya, tak pernah menyalahkan dan tak pernah mengorbankan.
Dia memberi karena ingin mendapatkan tapi ketika dia tidak mendapatkan dia diam
dan mencari lagi. Terus tanpa amarah yang terpendam. Orang-orang yang mempunyai
alur hubugan seperti diatas cenderung disukai banyak orang tapi juga diirikan
setiap orang. Perubahan dalam hidupnya hanya akan menjadi guncangan tak berarti.
Sedihnya, kebanyakan orang seperti ini memiliki banyak rahasia dan sakit yang
tidak diketahui beberapa temnya.
Dalam kasus lain seseorang yang
anti dengan penghianatan. Berteman dengan semua orang adalah prinsipnya.
Semakin banyak teman maka semakin besar peluangnya berkompromi. Sama-sama
memberi karena ingin mendapatkan. Sesuai dengan apa yang dia benci, penghianatan
sekecil apapun baginya adalah sebuah penghianatan. Menentangnya, membicarakan
kejelekannya, atau bahkan menjadi *kolega orang lain yang lebih baik darinya
terhitung sebuah penghianatan yang dia benci. Ini adalah kejelekanya, bagusnya
manusia ini masih punya sedikit rasa kepemimpinan. Dia berpikir dengan
kebahagiaan orang lain, berusaha membahagiakanya, membuat mereka tersenyum
meskipun kadang kala caranya tidak seperti umumnya. Orang seperti ini seperti lilin, suatu saat
dia akan musnah. Dan kegelapan tidak bisa menolongnya. Selamatkan mereka, dendam adalah senjatanya,
ingatlah bahwa lilin itu dulu mempunyai api. Tidak menutup kemungkinan dia
bangkit dan menghancurkan semuanya.
Ada kalanya keuntungan dapat
saling didapat. Tidak perlu menjadi orang yang selalu tersenyum tanpa tau diri,
tidak perlu jadi lilin yang menyala untuk orang lain. Cari teman yang
benar-benar tak tau malu denganmu bukan
memalukanmu, cari teman yang dapat membuatmu jadi dirimu sendiri bukan jadi
bonekanya, cari teman yang menarikmu baik bukan memperbaikimu, cari teman yang
mengatakan kamu salah bukan menyalahkanmu, cari teman yang mengatakan kamu
benar bukan membenarkanmu. Jadikan mereka kenal dirimu bukan hanya tahu dirimu,
jadikan mereka nyaman tanpa lupa kenyamananmu. Jangan pernah bergantung karena
dapat mengurungmu.
Cerita ini saya tulis dengan
pengetahuan pribadi saya, jadi tidak ada penelitian berarti dalam tulisan ini.
Hanya kenali teman disekitar anda, atau diri anda sendiri.
Jumat, 27 November 2015
SURAT TERAKHIR
Salam berpisah untukmu.. Maaf kuucapkan setulusnya apa yang
terjadi
Tidak bisa menjaga rasa ini adalah kesalahan yang mungkin
sudah kuperkirakan, sebesar apapun usahaku, setinggi apapun aku membentengi
diriku sendiri. Ini adalah anugerah yang datang ketika tuannya tak berada
ditempatnya.
Maaf karena hati tak bisa sembunyikan rasa manisnya dibalik
keterbiasaan. Penghindaran adalah kata yang masih ku usahakan dilaksanakan. Apa
dayanya, hati akhirnya bicara dengan bantuan tangan yang sudah lama tidak
bersahabat. Mungkin ini adalah baitan surat terakhir yang ku peruntukkan untukmu.
Karena cinta yang kupendam bukanlah milikku yang harus kau miiki jua. Aku tahu
bahw cinta ini adalah bumerang yang siap meledak didepanmu dan membuatmu
membuatakan mata. Aku tahu itu, bahwa cintaku tidak cocok untuk keadaan kita.
Maka mari berpisah tanpa pertemuan. Dan mari saling meniadakan meski mata masih
saling memandang.
Disaat waktu itu, aku percaya bahwa aku akan menghilangkanya
karena sesuatu yang wajib aku puja dan taati. Untuk waktu dan tempat yang kini
masih kita tempati, berikan aku waktu untuk tetap mengenang .
Diwaktu dulu, bukan tujuanku memunculKannya, tapi ada daya.
Hati memebawa bingkisan yang membuat otak seLalu berpikir dan merindu. Aku akan
beusaha menjadi teman seperti posisi yang dulu aku suka. “Maka mari saling meniadakan meski mata masih
saling memandang”.
Kamis, 22 Oktober 2015
SEMBARI KU BERFIKIR
Berikan waktu yang sudah kau pakai, aku tak butuh waktu yang
kini kau jalani.
Berikan waktu yang kini kau jalani , aku tak butuh waktu yang
akan kau jalani.
Berikan waktu yang akan kau jalani, aku tak butuh waktu
yang tidak kau jalani lagi.
Aku tak pinta seluruh waktumu, hanya satu waktu yang ku
ingin.
“Bersamamu”
Agar aku dapat selalu dalam kenangmu, dalam rindumu
Sembari ku berfikir
Waktu bukan segalanya, Aku tak butuh semua
Hanya sedetik saja kenangan tertinggal
Kenangan yang tak hingga leburnya
“Bersamamu” saja
Hanya saja, Saja tak cukup waktu berkata
Sembari ku berfikir
Waktumu uang dan waktumu barang
Kenangan pun bisa jadi hayalan
“AKU BOHONG KATA RINDU, AKU MERINDU KATA AKAL”
![]() |
| By. Dama |
“Memulai adalah kata indah saat ide tak direstui
muncul. Justru kerinduan terhadap makhlukmu adalah ide yang tak dikira memulai
yang direstui. Jika memang hari ini adalah kerinduan itu maka memulai adalah tepat
pada tempatnya”.
Entahlah, sebatas bergurau bahwa
rindu ini hanya kebohongan. Jauh di ruang yang tak pernah terbatas kepadaNya
dia mengadu pada akal. “Aku akan berbohong aku datang” kata rindu begitu. “Kau
adalah sama denganku dan kini aku merindu” jawab akal. “Bukan, akulah yang
paling benar dari seluruh logika, hati punya kepastian dalam pembenaran” Tolak
rindu. “Kau memang benar rindu, tapi tempatmu adalah tempat kebohongan selalu
ada, akal selalu mencari kebenaran tapi ditempatmu selalu mencari pembenaran
dan tidak kau kira bahkan setiap saat kini kau menduga kebenaran yang pasti
salah.
Perdebatan
semakin panjang ketika nafsu memulai duduk diantara keduanya.”Sudahlah kawan,
sebenarnya kalian sama hanya saja kalian masih sama-sama tidak menerima apa
yang masing-masing kalian katakan. Akal, kau telah merindu tapi kau bilang
bohong, Rindu kau bilang bohong ketika kau rindu. Kalian sama dalam satu
perasaan jadi ikutlah aku untuk tunjukkan apa arti rindu”. Kini akal dan rindu
saling menatap dan mulai berdiskusi. Kata akal “Maafkan aku nafsu, kami memang
tidak dapat simpulkan dan mengikutimu. Tapi terimakasih kau telah memberi
petunjuk kepada kami bahwa kami kira, kami telah masuk dalam ruangnya yang
membingungkan. Hingga kami tidak bisa bedakan berbohong atau tidak
Selasa, 25 Agustus 2015
Syair Kehidupan
Selalu berterimakasih
dan bersyukur pada setiap keadaan dari kita kecil mulai
pendidikan SD/MI kita semua sudah dihadapkan dengan berbagai masalah
,entah itu masalah kecil ataupun besar,
apa kalian ingat
masalah itu? pastinya satu diantaranya masih diingat. Entah itu masalah
teman, keluarga bahkan asrama eh*asmara. Begini ini begitu
sempurnanya sang Maha Pencipta merangkai alur kehidupan makhlukNya. Kita bisa apa tanpa
tangan dari orang orang disekitar kita yang dihadirkan oleh-Nya untuk
melengkapi kehidupan kita.
Seperti
yang di alami berbagai macam masalah remaja saat ini adalah asrama *eh asmara
bukankah itu menjadi ajang yang sebenarnya hakikat mencinta dan dicinta akan
hadir dan tiba pada saatnya , tapi ada yang bilang jodoh itu harus dijemput,
menjemputnya harus dengan cara yang bagaimana dulu? kang mbak ? :) saya sendiri
belum fahammm..
Oh
iya ada lagi bicara masalah kehidupan tidak cuma itu saja, saya ambil bagian
kecil dari kehidupan sehari hari, tapi besyukur dan berterimakasih dulu sama
mereka yang ada dikehidupan sampean ya, begini dalam hidup pasti ada kan yang
benci dan suka terhadap hidup kita atau gaya hidup kita, itu semua baik
sebenarnya tapi menyikapinya yang sulit *bagi saya sendiri belum bisa)
Pertama
orang yang benci sama kita, apapun yang kita lakukan sebaik apapun itu kalau
sudah benci mau apalagi ?tidak akan bernilai, nah kita belajar saja dari
masalah ini kalau tidak ada yang membenci kita ,semua mau suka ?ya ga bisa,
kita harus belajar dari orang yang membenci kita, dari dia kita bisa belajar
lebih sabar lebih cerdas lagi menjaga sikap didepannya, usaha agar dia berubah
dan dapat melihat sisi baik seseorang agar tidak melulu dibutakan oleh
kebencian, karna pada akhirnya akan merugikan dirinya sendiri, sejenak saya
berfikir terhadap apa yang orang benci dari diri kita terkadang memang membawa
petunjuk agar kita lebih bisa introspeksi diri dan memperbaiki diri dengan
baik, jadi jangan segera terbawa emosi jika ada orang yang mencibir kita karena
dia benci sama kita,
Kedua
orang yang suka dengan kita, jadi hakikatnya untuk sesosok orang yang suka
dengan kita, pasti dia menemukan sebuh kenyamanan dan keistimewaan dalam diri
sampean bukan? Kalau tidak dia tak mungkin selalu menjaga kita memberi semangat
kita menutupi aib kita dari cibiran orang disekitar kita, bersyukurlah ,kita
ambil saja pelajaran dari sini, jangan karena orang yang suka ini,kita jadi
besar kepala dan seenaknya berbicara sampai menyakiti hati (ini namanya manusia
pasti ada salah dan lupa lupa, tetap berusaha :-) ) ingat orang
yang suka dengan kita kadang yang bisa mematahkan hati kita juga *eehh , tapi
tetap bersyukur semua orang disekitar kita adalah pelajaran bagi kita, tak ada
mereka kita tak dapat merasakan bangkit, berjuang, menangis, tertawa, ikhlas,
sabar dan masih banyak lagi . :-)
Oleh. Miratun Nafisah
Senin, 24 Agustus 2015
KACAMATA HITAM I
Kau tak akan pernah tau apa yang
ada dihatinya pada awalnya, suatu ketika waktu itupun datang menyatakan
semuanya. Tentangnya, tentang semua di hidupnya dan seberpa besar kunciku jatuh
cinta padanya. Bukan wajah tampan macam alliando, fashionable macam kevin julio
atau pintar macam dedy corbusier atau apalah yang biasa menjadi penarik sang
hawa. Hanya saja apakah ini juga menjadi kunci-kunci yang digunakan untuk
banyak gembok? Mereka datang dengan pesona tegap tak menunduk, mencerahkan
semua gelap disekeliling mereka dan saat itu datang pada kami sang hawa yang
merindukannya. Kami terpesona, apalagi yang bisa kami lakukan?
Kami jelas
melihatnya, bukan bayangan yang banyak dilakukan yang lain dengan tipuan.
Karena kami bukan buta dengan hal itu, kami tau apa yang harus kami ketahui
untuk memilih. Dialah yang bercahaya, menerangi kami dan menuntun kami kepada
surgaNya. Lalu apa yang lain punya? Kami pernah melihatnya—cahaya itu. Tapi
kami tahu betul bahwa cahaya itu hanya pantulan kaca yang tak abadi ketika kaca
itu hancur. Cahaya palsu itu bukan menerangi kami, tapi membutakan mata kami
hingga kami tak mendapat pembeda. “Kau bertanya apa yang kami lakukan?”—“Kami
tetap melihanya, tapi dengan kaca mata hitam” J. “Apa?”—
“Kacamata hitam... iman yang kuat”.
Kami suka
mereka yang menghargai kami dengan nilai yang tak ada didunia ini, jauh diatas
nilai tertinggi dan lebih rendah dengan yang sang Maha punya nilai. Mereka yang
mengimaniNya, menyayangi ibunda ratu, dan menuntun kami. Menuju kemenangan
dinasti yang paling jaya. Bukan dinasti yang yeng atau apapun nama dinasti tapi
dinasti dengan satu raja, satu ratu, 2 pangeran mahkota dan 2 putri mahkota. 3
syarat yang tersirat bukan untuk menghilangkan yang lain, tapi melengkapinya.
Apa guna iman tanpa kasih sayang untuk hawa dan apa guna kasih sayang tanpa
iman yang melekat? Hanya sebuah lukisan tanpa gambar dan hanya lampu tanpa
cahaya.
Ketika kami
sudah menemukan sebagian diantara mereka, bagian dari kami menghilang.
Meningggalkan apa yang selama ini menjadi haluan kami. Bukan salah kami,
melepas mereka(anggota kami), menjadi penggerak seperti penggoda—itu
bukan kami, bukan kami dan sekali lagi bukan salah kami. Sang hawa hanya ingin dicinta dengan kasihnya,
bukan untuk menggodanya. Ketika mereka menuntut sang hawa indah didepannya,
itulah yang mereka fikirkan. Melepas mahkota mereka dan menggantinya dengan
topi ala boy band, mengganti gaun mereka dengan pakaian PARANTAT PENTURPIS
(transparan ketat pendek tur tipis)atau menghilangkan cahaya alami di wajah
mereka dengan cat yang lebih berwarna. Sekarang,
kami akui jika sebagian otak kami memang ditakdirkan untuk salah dalam hal ini.
Kami percaya bahwa tidak semua diantara mereka menginginkanya, melihat
keindahan dengan kesalahan tafsiran anggota kami. Kami percaya bahwa diantara
mereka menginginkan keindahan yang begitu sempurna sebagaimana menjadi
hambaNya, menjadi sumber pahala yang tak akan habis dengan mencintainya dengan
sebelumnya mengikatnya atas namaNya.
Langganan:
Komentar (Atom)
YANG AKAN KU SESALI KARENA MENULISNYA
Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...
-
Mereka hidup selayaknya manusia. Mengandai bahwa mereka punya hati manusia, kebahagiaan pun ditebar. Dengan senyum merekah tanpa tahu apa y...
