Kamis, 22 Oktober 2015

“AKU BOHONG KATA RINDU, AKU MERINDU KATA AKAL”

By. Dama

“Memulai adalah kata indah saat ide tak direstui muncul. Justru kerinduan terhadap makhlukmu adalah ide yang tak dikira memulai yang direstui. Jika memang hari ini adalah kerinduan itu maka memulai adalah tepat pada tempatnya”.
Entahlah, sebatas bergurau bahwa rindu ini hanya kebohongan. Jauh di ruang yang tak pernah terbatas kepadaNya dia mengadu pada akal. “Aku akan berbohong aku datang” kata rindu begitu. “Kau adalah sama denganku dan kini aku merindu” jawab akal. “Bukan, akulah yang paling benar dari seluruh logika, hati punya kepastian dalam pembenaran” Tolak rindu. “Kau memang benar rindu, tapi tempatmu adalah tempat kebohongan selalu ada, akal selalu mencari kebenaran tapi ditempatmu selalu mencari pembenaran dan tidak kau kira bahkan setiap saat kini kau menduga kebenaran yang pasti salah.
Perdebatan semakin panjang ketika nafsu memulai duduk diantara keduanya.”Sudahlah kawan, sebenarnya kalian sama hanya saja kalian masih sama-sama tidak menerima apa yang masing-masing kalian katakan. Akal, kau telah merindu tapi kau bilang bohong, Rindu kau bilang bohong ketika kau rindu. Kalian sama dalam satu perasaan jadi ikutlah aku untuk tunjukkan apa arti rindu”. Kini akal dan rindu saling menatap dan mulai berdiskusi. Kata akal “Maafkan aku nafsu, kami memang tidak dapat simpulkan dan mengikutimu. Tapi terimakasih kau telah memberi petunjuk kepada kami bahwa kami kira, kami telah masuk dalam ruangnya yang membingungkan. Hingga kami tidak bisa bedakan berbohong atau tidak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

YANG AKAN KU SESALI KARENA MENULISNYA

   Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...