![]() |
| By. Dama |
“Memulai adalah kata indah saat ide tak direstui
muncul. Justru kerinduan terhadap makhlukmu adalah ide yang tak dikira memulai
yang direstui. Jika memang hari ini adalah kerinduan itu maka memulai adalah tepat
pada tempatnya”.
Entahlah, sebatas bergurau bahwa
rindu ini hanya kebohongan. Jauh di ruang yang tak pernah terbatas kepadaNya
dia mengadu pada akal. “Aku akan berbohong aku datang” kata rindu begitu. “Kau
adalah sama denganku dan kini aku merindu” jawab akal. “Bukan, akulah yang
paling benar dari seluruh logika, hati punya kepastian dalam pembenaran” Tolak
rindu. “Kau memang benar rindu, tapi tempatmu adalah tempat kebohongan selalu
ada, akal selalu mencari kebenaran tapi ditempatmu selalu mencari pembenaran
dan tidak kau kira bahkan setiap saat kini kau menduga kebenaran yang pasti
salah.
Perdebatan
semakin panjang ketika nafsu memulai duduk diantara keduanya.”Sudahlah kawan,
sebenarnya kalian sama hanya saja kalian masih sama-sama tidak menerima apa
yang masing-masing kalian katakan. Akal, kau telah merindu tapi kau bilang
bohong, Rindu kau bilang bohong ketika kau rindu. Kalian sama dalam satu
perasaan jadi ikutlah aku untuk tunjukkan apa arti rindu”. Kini akal dan rindu
saling menatap dan mulai berdiskusi. Kata akal “Maafkan aku nafsu, kami memang
tidak dapat simpulkan dan mengikutimu. Tapi terimakasih kau telah memberi
petunjuk kepada kami bahwa kami kira, kami telah masuk dalam ruangnya yang
membingungkan. Hingga kami tidak bisa bedakan berbohong atau tidak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar