Kamis, 30 April 2015

BUNDA MAAFKAN DIRI



Maafkan diri jika tidak benar
Diri tau ini salah
Salut jika anggap kurang benar
Diri tahu beban tubuh
Terbata dalam ucap
Tertatih dalam langkah

Diri tahu Bunda menangis di relung
Diri tak ingin eluh jatuh dipipi
Diri tahu apa pikir Bunda
Diri tahu Bunda ikhtiar akan diri
Maafkan diri ini tidak benar bunda....

Jahanam mana yang sanggup diri tanggung
Jika diri tak sanggup ucap maaf pada tubuh
Diri Ingat..
Lama diri tak pandang bunda
Dekat waktu diri sempatkan waktu
Kini hamba datang dengan eluh
Maafkan diri Bunda
Jika waktu sempatkan dirinya
Ku sematkan salah diri dalam sujudku padamu

#Bersambung
                                                                                                                                                                     

Sabtu, 25 April 2015

ILUSI MATA DIBAWAH SENJA

Tenang, itu bukan ilusi.
Itu hanya Tanda peristiwa.
Kadang fikirku Begitu...
Kadang..

Tapi nyatanya,
Itu Bukan Itu
Fikirku panjang
Jika memang begitu

Harap fikir itu begitu
Ya apa daya fikir
Begitu itu tidak harus itu
Jika memang begitu

Lalu itu datang menuju
Fikir itu tanda
Fikir Rindu menuju
Rindu itu begitu

Lalu itu datang lagi
Bawa Rindu dahulu
Fikirku Rindu melabuh
Rindu itu "itu"

Tapi nyatanya,
Itu Bukan itu
Fikirku panjang
Jika memang begitu.

Sabtu, 04 April 2015

Saya seperti mendengar pembicaraan mereka saat ini, dua merpati yang berteduh di jendela salah satu kamar di gedung ini. Apa yang mereka bicarakan ketika berdua sendiri di tengah hujan dihiasi kilauan cahaya seperti lampu disko?Sehingga aku sendiri yang duduk di depan pintu menunggu sebuah pertanyaan datang ingin mengusik mereka. Mereka kepakkan sayap yang basah karena hujan di malam ini, mereka tertawa? Oh tidak semakin aku ingin mengusir mereka. Dahiku mulai mengerut, tapi bibirku seperti melempar senyum entah otot mana yang berani-beraninya menggerakkanya. Tapi" Apa yang membuatku tersenyum ketika hati ingin melempar mereka dengan sebuah batu dan mereka terbang di tengah hujan, mereka terpisah atau salah satu mati karena petir yang ku mohon sangat kejam kepadanya". Hahahaha

KATA LANGIT "Smile"

Kata langit.. "Smile!"
:-) Bulan masih nampak beradu dengan gumpalan awan yang berusaha menutupinya.
Lihatlah dengan rasa kalau bulan ingin berdua denganmu
Sampaikan padanya kalau aku cemburu
Tiadakah ia tengok apa yang ku rasa?
Ku lihat ia memandangmu
Tapi kau hilang rasa padanya
Lihatlah dengan hati ketulusan
Sinarnya mungkin tak dapat menyilaukan
Tapi cahayanya dapat kau buat terang jalan
KuasaNya adalah anugrah
Hingga benda bulat saja punya mata bulat
Syukur adalah caramu melihat
Dzikir adalah caramu memuji


By. DAMA

YANG AKAN KU SESALI KARENA MENULISNYA

   Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...