Jumat, 12 Desember 2014
KUBUTUH MALAIKAT PENGANTAR SURAT
Inilah rasa kaki tak menginjak bumi, Angka delapan didepan gerbang seperti penjaga yang memantau kaki melangkah menuju kebaikan. Siap menggonggng seperti anjing kepada tuanya bermult api.Dan saat itulah, ku perlukan malaikat pengantar surat. Kanku tulis semua Alkisahku, kan kuceritakan jeritan dan keluhanku terhadap tembok berapi yang membelenggu. Malaikat itu datang dengan senyum tulusnya, tanpa dusta tanpa prasangka. Dan bertanya "Wa kayfa khaluka anti?" dan aku terdiam dan masih kupikirkan apa yang terjadi padaku saat ini. Malaikat itu bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama.. dan aku menjawab " Alhamdulillah" lalu dia melanjutkan pertanyaanya " Kan kau kirim kepada siapa surat ini wahai manusia yang sedang berSUKA? aku tersenyum pada malaikat itu dan menjawab "Kepadanya yang mengerti akan keadaanku saat ini".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
YANG AKAN KU SESALI KARENA MENULISNYA
Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...
-
Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...
-
By. Dama “Memulai adalah kata indah saat ide tak direstui muncul. Justru kerinduan terhadap makhlukmu adalah ide yang tak dikira memul...
-
Melihat senyum mereka dihari cerah ini, setidaknya keputusanku untuk melihat mereka membuahkan hasil. Hanya dua detik yang aku perlukan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar