Mungkin aku harus bermimpi ketika melihatmu. Dekat dari pandanganku, tapi kau seperti menjauhkan pandanganmu padaku. Bukan pungguk merindukan bulan, tapi putri yang dijaga oleh sang pangeran mahkota.
Mungkin aku harus berbincang padanya, agar sampaikan padamu sang pangeran mahkota, bahwa putri banggga melihatmu menjauh darinya, karena putri tak ingin terkungkung dalam benteng kerajaan yang terlihat indah dari luar tapi didalam penuh dengan pedang.
Mungkin jika memang hanya untuk mereka, waktu hanya memberikan dua pilihan pasti untuk alam. Pangeran mahkota dan putri tidak akan bersatu ketika mereka hidup, atau mereka bersatu dalam keadaan mati.
Jika memang benar, jangan lupa jika masih ada sebuah dunia yang akan menjaga mereka dalam cinta. Cinta-Nya kepada mereka yang tanpa batas jika mereka memahami. Selalu menjaga bahkan lebih kuat dari seribu benteng yang pernah terbangun megah disetiap dinasti. :-)
Senin, 15 Desember 2014
Minggu, 14 Desember 2014
SAMPAIKAN PADANYA
Hanya kata tak terucap dikala matahari di hari ini enggan menyapa seperti hari sebelumnya. Sama seperti kemarin ketika waktu mengerjakan tugas menjelang UAS, saya sempatkan untuk menulis ini. Sebuah catatan yang mungkin akan hilang jika saya tidak mengenangnya melalui tulisan ini. Tadi pagi disaat saya mengikuti UAS mentoring susulan di Masjid fakultas Sains dan Matematika, saya mendapat soal tentang problematika umat islam saat ini. Banyak permasalahan umat yang terjadi disaat kejayaan islam menjadi sebuah angan bagi seluruh mukmin. Menurut saya problematika umat muncul karena masalah pada manusia itu sendiri, iman, takwa, akidah merupakan dasar dari segala aspek perilaku. Misalnya saja pemakaian kerudung oleh kaum hawa yang saat ini beraneka ragam cara memakainya. Memang boleh berkreasi, namun jangan sampai kreasi model kerudung menjadi sebuah alasan keluar dari syar'i. Menutupi dada merupakan syarat yang paten, namun kebanyakan cara pemakaian kerudung seperti tidak mempermasalahkan hal itu, Menutupi dada tapi bahan kerudung yang transparan juga masih banyak kita temui. Lebih parah lagi ketika berkerudung digunakan oleh kaum hawa menjadi penarik nafsu para ikhwan. Namun, bagi yang sebelumnya tidak memeakai kerudung dan ingin memakai kerudung, saya tidak mengharuskan langsung menggunakan kerudung besar seperti ustadzah, namun minimal syar'i. Ingat, menutupi dada, tebal tidak transparan, dan mempercantik anda ... :-D. Saya sudahi tulisan saya hari ini mungkin suatu ketika serangkaian kata muncul berbaris didepan pikiran dan saya akan merangkainya menjadi sebuah wacana yang bermanfaat. Amin... Syukron :-)
Jumat, 12 Desember 2014
PUISI MALAMKU
Malam itu begitu dingin..
Karena hujan telah membasahi..
Menyisakan peristiwa di malam itu..
Disaat kesulitan menghampiri..
Datanglah kemudian yang menyisakan sebuah arti..
Terlintas di benak pikir itu hal yang biasa..
Namun tak seperti yang dirasa..
Yang terasa hanyalah kemudahan..
Yang menyisakkan arti..
Yang sulit dimengerti..
Kemudian itu..
Memberikan arti yang sama sekali sulit dimengerti..
Hingga tersadar..
Bahwa arti itu telah menyelimuti hati ini..
Hati yang sudah lama menyendiri tanpa terselimuti..
Kecuali diselimuti masa lalu yang kini telah jadi kenangan..
Serta hiruk pikuk kehidupan yang semakin lama semakin terselimuti..
Dan..
Ternyata hati tak bisa dibohongi..
Sekecil apapun perasaan hati mengerti akan semua itu..
Kini..
Yang bisa dilakukan hanyalah doa yang dipanjatkan..
Dan berharap semua tak kan terbuang sia-sia..
By : Nurul Hikmatiah
Karena hujan telah membasahi..
Menyisakan peristiwa di malam itu..
Disaat kesulitan menghampiri..
Datanglah kemudian yang menyisakan sebuah arti..
Terlintas di benak pikir itu hal yang biasa..
Namun tak seperti yang dirasa..
Yang terasa hanyalah kemudahan..
Yang menyisakkan arti..
Yang sulit dimengerti..
Kemudian itu..
Memberikan arti yang sama sekali sulit dimengerti..
Hingga tersadar..
Bahwa arti itu telah menyelimuti hati ini..
Hati yang sudah lama menyendiri tanpa terselimuti..
Kecuali diselimuti masa lalu yang kini telah jadi kenangan..
Serta hiruk pikuk kehidupan yang semakin lama semakin terselimuti..
Dan..
Ternyata hati tak bisa dibohongi..
Sekecil apapun perasaan hati mengerti akan semua itu..
Kini..
Yang bisa dilakukan hanyalah doa yang dipanjatkan..
Dan berharap semua tak kan terbuang sia-sia..
By : Nurul Hikmatiah
SALPAH SAMPAH
Apakah hujan tak datang ketika mata tak berbinar?
Apakah hujan enggan menyapa ketika senyum mengembang?
Akankah Hujan datang ketika Kabut dalam hati mulai menyebar?
Akankah Hujan siap datang ketika tangis hati mulai terdengar?
Tak semua hari akan terisi dengan kegembiraan atau kesedihan
Tak semua hari Mampu mengungkapkan perasaan
Tak semua hari mengerti kapan datangnya sebuah kenangan
Tapi semua hari tahu jika hari ini adalah waktunya, maka dia tak kan pernah datang.
Dan untuknya, ingatlah hari ketika desember adalah bulan kebangkitanmu. Ketika semua kebohongan dan prasangka terjawab pada waktunya. Dan tahun depan adalah perjuangan yang takkan terlewatkan menjadi lebih baik dari sekarang dan kemarin. :-)
Apakah hujan enggan menyapa ketika senyum mengembang?
Akankah Hujan datang ketika Kabut dalam hati mulai menyebar?
Akankah Hujan siap datang ketika tangis hati mulai terdengar?
Tak semua hari akan terisi dengan kegembiraan atau kesedihan
Tak semua hari Mampu mengungkapkan perasaan
Tak semua hari mengerti kapan datangnya sebuah kenangan
Tapi semua hari tahu jika hari ini adalah waktunya, maka dia tak kan pernah datang.
Dan untuknya, ingatlah hari ketika desember adalah bulan kebangkitanmu. Ketika semua kebohongan dan prasangka terjawab pada waktunya. Dan tahun depan adalah perjuangan yang takkan terlewatkan menjadi lebih baik dari sekarang dan kemarin. :-)
KUBUTUH MALAIKAT PENGANTAR SURAT
Inilah rasa kaki tak menginjak bumi, Angka delapan didepan gerbang seperti penjaga yang memantau kaki melangkah menuju kebaikan. Siap menggonggng seperti anjing kepada tuanya bermult api.Dan saat itulah, ku perlukan malaikat pengantar surat. Kanku tulis semua Alkisahku, kan kuceritakan jeritan dan keluhanku terhadap tembok berapi yang membelenggu. Malaikat itu datang dengan senyum tulusnya, tanpa dusta tanpa prasangka. Dan bertanya "Wa kayfa khaluka anti?" dan aku terdiam dan masih kupikirkan apa yang terjadi padaku saat ini. Malaikat itu bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama.. dan aku menjawab " Alhamdulillah" lalu dia melanjutkan pertanyaanya " Kan kau kirim kepada siapa surat ini wahai manusia yang sedang berSUKA? aku tersenyum pada malaikat itu dan menjawab "Kepadanya yang mengerti akan keadaanku saat ini".
Langganan:
Komentar (Atom)
YANG AKAN KU SESALI KARENA MENULISNYA
Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...
-
Mereka hidup selayaknya manusia. Mengandai bahwa mereka punya hati manusia, kebahagiaan pun ditebar. Dengan senyum merekah tanpa tahu apa y...