Salam berpisah untukmu.. Maaf kuucapkan setulusnya apa yang
terjadi
Tidak bisa menjaga rasa ini adalah kesalahan yang mungkin
sudah kuperkirakan, sebesar apapun usahaku, setinggi apapun aku membentengi
diriku sendiri. Ini adalah anugerah yang datang ketika tuannya tak berada
ditempatnya.
Maaf karena hati tak bisa sembunyikan rasa manisnya dibalik
keterbiasaan. Penghindaran adalah kata yang masih ku usahakan dilaksanakan. Apa
dayanya, hati akhirnya bicara dengan bantuan tangan yang sudah lama tidak
bersahabat. Mungkin ini adalah baitan surat terakhir yang ku peruntukkan untukmu.
Karena cinta yang kupendam bukanlah milikku yang harus kau miiki jua. Aku tahu
bahw cinta ini adalah bumerang yang siap meledak didepanmu dan membuatmu
membuatakan mata. Aku tahu itu, bahwa cintaku tidak cocok untuk keadaan kita.
Maka mari berpisah tanpa pertemuan. Dan mari saling meniadakan meski mata masih
saling memandang.
Disaat waktu itu, aku percaya bahwa aku akan menghilangkanya
karena sesuatu yang wajib aku puja dan taati. Untuk waktu dan tempat yang kini
masih kita tempati, berikan aku waktu untuk tetap mengenang .
Diwaktu dulu, bukan tujuanku memunculKannya, tapi ada daya.
Hati memebawa bingkisan yang membuat otak seLalu berpikir dan merindu. Aku akan
beusaha menjadi teman seperti posisi yang dulu aku suka. “Maka mari saling meniadakan meski mata masih
saling memandang”.