Sabtu, 10 Januari 2015
BENTENG
Dia berada dibarisan No 2 diantara orang-orang pintar saat itu. Dihari pertamaku menginjakan kaki ditempat penuh ilmu. Seperti wanita biasa yang kagum dengan seorang pria. Pilih hati menjaga mata, tapi kewajiban membuat pilihan itu luntur dengan satu perintah. Usaha hati tidak menjurus pada zina indra ini, dan itu berhasil tapi dengan sisa kagum yang terlanjur masih terpendam dalam hati saat ini. Mereka salah, bukan dia tapi dia. Ketika kagum itu mulai berubah menjadi bumerang, usaha itu berubah pula menjadi benteng yang sangat tinggi bahkan dilapisi api . Seandainya boleh kata hati, bahwa api seperi melindungi musuhnya dengan diri. Dengan air hujan yang selama ini terus turun ke bendungan di dalam benteng, hari ini api itupun padam. Apakah ini akan membuat musuh dari nafsu akan mulai meruntuhkan benteng????
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
YANG AKAN KU SESALI KARENA MENULISNYA
Hai, kali ini aku akan menulis curhatanku yang tak berguna. Tema curhatan yang sangat basi dikalangan pembaca yang meyakini bahwa jodoh p...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar